HIMPUNAN MAHASISWA DAN PELAJAR MUARO PAITI (HIMAPEMUPA) BERDIRI SEKITAR TAHUN 1989 YANG BERTUJUAN UNTUK MENYATUKAN MAHASISWA DAN PELAJR DARI NAGRI MUARO PAITI DALAM RANGKA MEMBANGUN NAGARI DAN SAAT INI MEMPUNYAI SEKRETARIAT DI KOMP.PASIR PUTIH BLOK L4 TABING - PADANG SEMOGA DENGAN ADANYA BLOG INI BISA MEMPERERAT SILAHTURAHMI KITA

    FSDF

Rangkaian Acara di Pantai Cermin

Diposkan oleh Himapemupa On 21:26 0 komentar
Sepak Bola mini
Panitia Pelaksana asyik berhibur dengan organ tunggal di pancer
Selaju sampan ketika memasuki garis finish. terlihat sampan kuning dan biru, sedangkan sampan merah telah tenggelam
Sepak Takraw antar jorong, dalam gambar HIMAPEMUPA vs KARANG TARUNA
Shooting ban di Pancer dalam memeriahkan acara di Idul Fitri di Muaro Paiti

Pnjat Pinang di Muaro Paiti

Diposkan oleh Himapemupa On 21:12 0 komentar
Anaka nagari panjat pinang, mengambil hadiah yang berada di puncak setelah acara dalam istano selesai,,
Disaat Bundo Kanduang pulang dengan "jambagh" kosong

Shalat Idul Fitri 1430 H Di Muaro Paiti

Diposkan oleh Himapemupa On 20:51 0 komentar
Shalat Idul Fitri yang di aksanakn di Nagari Muaro paiti, di lapangan sepak bola lama muaro paiti.






BUBAR HIMAPEMUPA 09 09 '09

Diposkan oleh Himapemupa On 21:41 0 komentar
Buka Bersama Himapemupa yang dilaksankan di Sekretariat dihadiri lebih dari 50 orang, dan tahun ini merupakan tahun yang lebih banyak di dominasi oleh wajah baru, entah kenapa tahun ini juga memang berkurang kehadiran anggota himapemupa untuk acara buka bersama di bandingkan tahun tahun sebelumnya





Buka Bersama Himapemupa yang dilaksankan di Sekretariat dihadiri lebih dari 50 orang, dan tahun ini merupakan tahun yang lebih banyak di dominasi oleh wajah baru, entah kenapa tahun ini juga memang berkurang kehadiran anggota himapemupa untuk acara buka bersama di bandingkan tahun tahun sebelumnya

MASALAH KANTOR WALI JORONG

Diposkan oleh Himapemupa On 23:48 0 komentar
MASIH TERKENDALA DANA

Sebulan pasca pembagian SK (Surat Kerja) kepada masing-masing Wali Jorong, Wali Nagari juga telah membebani beberapa tugas pada Wali Jorong, antaranya memungut PBB (Pajak Bumi dan Bangunan), mempersiapkan jorong masing-masing untuk mengikuti lomba K3 dan PKK, mendata rumah warga yang tidak layak huni dan pembuatan kantor Wali Jorong.
Namun dalam hal ini ada per-masalahan klasik, yaitu dana. Wali Jorong mengeluhkan tidak adanya dana untuk menjalankan agenda dan pembuatan kantor tersebut.
“Kami berharap ada bantuan dana dari Wali Nagari untuk menja-lankan agenda dan juga dalam pembuatan kantor Wali Jorong, ka-lau seperti sekarang ini sulit untuk bergerak menjalankan agenda”,ujar Icap, Wali Jorong SPI (Sungai Pan-jang Indah).
Selain dana, keputusan pihak pemerintah nagari menyuruh Wali Jorong memanfaatkan gedung/aset nagari masih perlu di tinjau ulang. Bagi yang ada gedung/aset nagari di Jorong mereka tidak ada masa-lah, seperti untuk Jorong Koto Ting-gi memakai gedung Mts, permasa-lahannya jorong yang tidak ada ge-dung/aset nagari bagaimana?. Seperti yang di ungkapkan bebera-pa Wali Jorong yang terpaksa me-makai rumah pribadinya untuk kan-tor Wali Jorong. Itu artinya setiap urusan Jorong,terpaksa memakai rumah pribadi Wali Jorong, seperti pengurusan KTP dan sebagainya.
Lain pula yang dikeluhkan Yus-war,Wali Jorong Kampung baru.
“Yang saya ragukan sekarang justru batas Jorong dengan Pulau Sialang, saya tidak tahu mana batasnya”, ujar Yuswar pada Buletin ini.
Emon, Wali Jorong Talawi saat di hubungi Buletin Himapemupa ti-dak banyak memberikan komentar, dia hanya berharap warga jorong Talawi bisa menerima, mendukung dan membantu dia dalam menjalan-kan tugasnya sebagai Wali Jorong Talawi.
Sedangkan Arizas, wali jorong Widuri saat di tanya mengenai agen-danya buat Jorong Talawi ke depan, mengaku belum bisa membuat ran-cangan, karena belum tahu apakah dengan pemberian SK tersebut dia telah dilantik secara resmi atau be-lum.
Lain hal yang dikatakan Dedi ”Padengka”, ”Sampai saat ini tidak ada masalah dalam menjalankan tugas, bahkan dia mengaku warganya telah berha-sil membuat lapangan bola voli di Jorong Kampung Dalam.
Sedangkan Yuzen, Wali Jo-rong Koto Tinggi yang di hubungi ditempat terpisah mengeluhkan tidak adanya dana bantuan Wali Nagari untuk pembuatan kantor Wali Jorong.
Untuk menindaklanjuti hal ini, buletin Himapemupa mencoba menghubungi Wali Nagari via telpon genggamnya, beliau me-ngatakan, “Memang benar tidak ada dana dari nagari buat ang-garan pembuatan kantor Wali Jorong, karena dana yang turun dari pemerintah hanya buat honor Wali Jorong, itu pun tidak cukup dan terpaksa ditutupi oleh Nagari separohnya lagi”.
Menyinggung masalah batas Nagari Muaro Paiti dengan Pulau Sialang yang sampai sekarang masih simpang siur, Wali Nagari mengatakan kalau masalah ini sejak Camat Ali Firdaus. “Waktu itu dia sudah berjanji menyele-saikan ini, tapi sampai beliau pin-dah hal ini tidak selesai”,kata Wali Nagari. Edarman juga me-ngatakan kalau Nagari tidak akan tinggal diam dengan masa-lah ini dan selalu mencari jalan keluarnya.*

Jangan Marah Dikritik

Diposkan oleh Himapemupa On 23:40 0 komentar
ADA yang menarik dari Buletin edisi XI kemarin, berita “Wali Jorong Menuai Pro dan Kontra” dan “Wali Nagari Boikot Sarjana” banyak mendapat respon dari masyarakat dan beberapa tokoh masyara-kat. Ada yang mengacungi jempol dan ada yang menanggapi sinis. Itu hal yang wajar. Apapun, bagi saya yang kebetulan berkutat di media setiap harinya meng-anggap ini hal yang biasa. Karna media hanya menyampaikan sesuai kenyataan yang ditemui di lapangan dan dilengkapi bukti dan nara sumber.
Menyangkut berita tersebut memang saya dengar ada beberapa yang protes karena dikritik, tapi secara resmi tidak ada redaksi buletin menerima protes tersebut, kecuali sebuah surat dari Wali Nagari, itu pun hanya tebusan surat untuk koran Posmetro Padang.
Kembali ke masalah kritik. Memang kritik cenderung membuat kita merasa terluka karena kita belum membiasakan diri menyikapinya secara tepat. Kita be-ranggapan bahwa kita tanpa cacat. Kita selalu ingin agar orang lain menerima kita sebagai teladan yang sempurna. Sementa-ra, orang lain akan menilai kita berdasarkan standar mereka masing-masing.
Tentu saja, mereka akan menemukan kekurangan pada diri kita. Akan tetapi, seba-gian besar dari kita cenderung enggan meli-hat kekurangan yang ada pada diri kita. Jika seseorang secara kebetulan memperlihat-kan kekurangan kita kepada orang lain, kita dengan serta-merta akan mengabaikannya dengan mengatakan: ”Pernyataan tersebut sama sekali tidak beralasan dan hanya ber-dasarkan pada prasangka belaka”.
Jika anda bersedia untuk memperhati-kan pernyataan orang lain tentang diri anda dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyadari kemampuan anda sendiri, maka sangat mungkin anda akan menemu-kan beberapa kelemahan yang ingin anda perbaiki. Bersegeralah memperbaiki kelema-han anda, maka anda akan segera melihat tanggapan positif dari orang lain dan anda akan menerima pujian dari banyak orang.
Makanya, jika anda menerima kritikan, jangan serta-merta terjebak dalam kemara-han. Sebaliknya, pikirkan dengan sungguh-sungguh bahwa anda mampu melakukan sesuatu untuk menghilangkan penyebab munculnya kritik yang mengganggu An-da. Memang, tidaklah mudah memba-ngun sebuah kebiasaan pengendalian diri seperti itu. Akan tetapi, seorang yang layak mendapatkan haknya tidak akan takut untuk berusaha mendapatkan hak tersebut. Walaupun menemui kritikan.
Belum tentu pandangan kritik yang anda terima adalah pandangan yang be-nar. Mungkin saja, hal tersebut hanya sekadar menunjukkan rasa cemburu atas keberhasilan anda. Jika hal ini ter-jadi, langkah terbaik yang harus anda la-kukan adalah memperlihatkan sikap bi-jak anda. Kita sebagai orang yang ber-iman harus menunjukkan sikap baik ke-pada sesama,walaupun orang itu mem-berikan kritikan pedas kepada kita. Na-mun kita tidak langsung marah tapi se-baliknya membuktikan kalau kita itu bisa.
Kritik dapat menghilang sendirinya jika anda menggunakan sebuah pende-katan realiatas terhadap kehidupan. Ingatlah, meskipun pekerjaan atau tinda-kan anda terinspirasi oleh berbagai niat dan tujuan yang baik, tetap saja ada orang yang melempar lumpur ke arah anda. Jadi, anda harus belajar dari se-tiap kritik yang diterima. Sekali lagi, jangan pernah marah di kritik.*

Mardinas Dinilai Melakukan Pembohongan Publik

Diposkan oleh Himapemupa On 23:37 0 komentar
SOAL PENGANTEN YANG BELUM DAPATKAN NA
Ketua Badan Musyawarah (Bamus) Nagari Muaro Paiti, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota, Rajab Dt Bosa dan Ketua Kerapatan Adat Na-gari (KAN) Hassaruji Dt Bandaro Mela-yangkan surat kepada redaksi POS-METRO dan Buletin Himapemupa, pe-rihal Klarifikasi pemberitaan POSMET-RO edisi Jum'at(5/6).
Surat Bamus Muaro Paiti tertanggal 13 juni 2009 Nomor 05/II/Bamus MP/ VI/2009 itu meminta agar berita POS-METRO dengan judul "Empat Calon Pasangan Penganten Nasibnya Terka-tung-katung" Diklarifikasi agar tidak ber-dampak negatif dalam tatanan kehidu-pan masyarakat setempat.
Saking pedulinya warga Muaro Paiti untuk menjernihkan persoalan tersebut, maka surat yang dikirim Bamus itu dibu-buhi tanda tangan Ompek Suku Nagari Muaro Paiti, KAN yang juga didukung sepe-nuhnya oleh alim ulama, cerdik pandai, pe-merintah nagari, bundo kanduang, LPM. Dalam surat tersebut dikatakan tatanan kehidupan masyarakat Muaro Paiti perlu kami jelaskan, Peraturan Nagari Nomor 6, Tahun 2008 tentang Kebulatan Mufakat Tertinggi
Nagari Muaro Paiti, Sebagai wujud dari nagari adat yang telah dicanangkan oleh bu-pati tanggal 6 maret 2009. Dinyatakan, Bah-wa surat berharga seperti Surat Nikah (NA) dan sebagainya ditandatangani oleh niniak mamak sebelum ditandatangani oleh wali nagari. Dalam hal ini, wali nagari telah me-laksanakan peraturan nagari sesuai dengan peraturan nagari yang telah ditetapkan dan telah disosialisasikan kepada seluruh masya-rakat.
Wali nagari tidak pernah mempersulit pe-ngurusan model NA bagi masyarakat, asalkan masyarakat yang bersangkutan tidak dalam permasalahan dalam nagari.
Madinas Dt Rajo Gindo dan Syahril Dt P Jelo Telah melakukan pembohongan publik karena yang bersangkutan adalah warga masyarakat biasa. Dia bukanlah niniak mamak dan datuak (bergelar datuk) dalam nagari Muaro Paiti. Dia adalah oknum yang telah memboikot pengu-rusan model NA calon penganten.
"Bahwa untuk menanda tangani model NA atas nama Rince dan Roza melalui niniak mamak yang diakui dalam nagari Muaro Paiti. Sementara, Mardinas dan Syahril ingin me-ngambil alih peran niniak mamak Muaro Paiti," tulisnya dalam surat itu.(nur)

*Dikutip Dari Koran Posmetro Edisi Sabtu 20 Juni 2009

www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos and videos from himapemupa. Make your own badge here.