Selasa, 10 Maret 2009

UPTD Adakan Pelatihan




Muaro Paiti-- UPTD (Unit Pelaksana Teknis Pendidikan) mengadakan latihan Senam SKJ (Senam Kebugaran Jasmani) 2008. Senam yang dilaksanakan di Muaro Paiti pada hari Rabu, kamis dan jumat (4-6/2) yang lalu ini dilatih oleh Alpian, Teyi dan Anto yang juga merupakan guru SD di Kapur IX, senam ini diikuti oleh 60 orang peserta dari seluruh Sekolah Dasar (SD) se kecamatan Kapur IX, setiap sekolah mengutus 1 orang murid dan satu orang Guru. "Latihan senam SKJ 2008 yang baru diperkenalkan ini bertujuan agar setiap sekolah nantinya bisa melakukan kegiatan senam SKJ 2008 secara rutin di sekolah masing masing",tutur Lolita, salah seorang guru SD di Muaro Paiti.Dika

PSMP Kembali Gagal Menang

SARILAMAK-Setelah Jumat (13/2) kemarin PSMP babak belur dihajar SIMBRA 4 gol tanpa balas, Selasa (17/2) kemarin PSMP kembali gagal meraih kemenangan. Tampil dengan penuh semangat PSMP akhirnya hanya mampu bermain imbang 3-3.
Tampil dengan kekuatan penuh melawan Tigo Selo, PSMP tertinggal 2 gol lebih dulu pada menit 10’ dan 17’. Kemudian E’et berhasil memperkecil ketinggalan menjadi 1-2 sebelum turun minum.
Pada babak ke dua, Taiyi Putra,pelatih PSMP mengin-truksikan anak asuhnya untuk terus menyerang, akhirnya usaha itu membuahkan hasil, Dola berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit 75’. Tapi selang empat menit, kesalahan penjaga gawang PSMP mengantisipati bola harus dibayar mahal, bola yang di halau Wardona itu mengenai kepala pemain lawan dan memantul ke dalam gawang PSMP, merubah skor menjadi 2-3. Beruntung Wiyan berhasil menyamakan kedukan lima menit sebelum laga usai, Wiyan membawa bola sendirian dari kanan gawang berhasil mengelabui penjaga gawang Tigo Selo dan merubah skor menjadi 3-3.
Hasil ini membuat langkah PSMP semakin berat untuk lolos ke semifinal, dengan poin 1 dari dua laga. PSMP harus meme-nangkan laga sisa melawan Batu Payung, Sabtu (21/2) untuk lolos ke semifinal, itu pun dengan catatan Simbra tidak kalah dari Tigo Selo. Seandainya Simbra mengalah dari Tigo Selo, apapun dan berapapun kemenangan PSMP melawan Batu Payung tidak akan mampu menolong PSMP untuk lolos ke Semifinal.Rori

Irfendi Arbi Resmikan TK Harapan Bunda Sialang




Sialang--Masyarakat nagari Sialang bergembira setelah pada hari Sabtu tanggal 7 Februari 2009 kemaren wakil Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi meresmikan TK Harapan Bunda yang teletak di Jorong Ronah Bengkek, Nagari Sialang. TK yang merupakan program dari PNPM MP dilaporkan oleh Fasilitator PNPM MP untuk kecamatan Kapur IX, Jufri. Saat ditemui Buletin Himapemupa di lokasi peresmian TK Jufri menuturkan "TK Harapan Bunda ini telah di selesaikan pada akhir Desember lalu,menghabiskan dana 230 juta rupiah lebih, diantaranya untuk pembangunan fisik, mobiler, alat permainan dan honor guru. Alhamdulillah kegiatan ini berjalan dengan lancar, dan kami ucapkan terimakasih kepada ketua TPK (Tim Pengelola Kegiatan) Yasri, yang telah sukses dalam pengelolaan kegiatan PNPM Nagari sialang.
TK ini sebenarnya telah berjalan sejak tanggal 14 Juli 2008 dengan jumlah murid 52 orang yang berasal dari Nagari Sialang. dan 4 orang tenaga Honorer yaitu Lena Seri (kepala), Etnopiati, Loli, dan Mel yang juga merupakan anak nagari Sialang.
“Kami berharap nantinya anak - anak di nagari kita ini bisa setara dengan anak-anak dari kota”,tutur kepala TK Lena Seri.Dika

Gagal Tes SIM 771 Kali



KORSEL - Meski sudah 771 kali ga-gal dalam tes mendapatkan surat izin me-ngemudi, seorang nenek berusia 68 tahun di Korea Selatan berkeras untuk terus ikut tes sampai lulus. Nenek bernama, Cha, ini melakukan tes untuk mendapat surat izin mengemudi hampir setiap hari kerja sejak 2005 di barat daya Kota Jeonju, Korea Se-latan. Terakhir pada Senin (2/2) kemarin, Cha kembali gagal dalam tes yang meru-pakan tes ke-771.
"Itu merupakan rekor di sini," ujar seo-rang sersan polisi yang menyelia tes kepa-da AFP, Kamis (5/2). "Apakah ia akan mencoba untuk yang ke-772 kali?"
Choi mengatakan bahwa Cha tidak lu-lus saat tes tertulis awal dengan hanya me-ngantongi skor 30-50. Angka untuk lulus dalam tes tertulis tersebut adalah minimal 60 dari 100.
Media lokal menyebutkan bahwa Cha menjual makanan dan perkakas rumah tang-ga dari pintu ke pintu di sebuah kompleks apartemen. Ia membawa barang jualannya dengan gerobak dorong. Dia ingin mendapat-kan surat izin mengemudi agar bisa menjual dagangannya dengan mobil. (Tempointerka-tif.com)

Susun Strategi Kuliah




Setiap manusia mempunyai tu-juan yang ingin dicapai, dan tujuan tersebut akan dapat tercapai apabila ditekuni dengan penuh kesunggu-han. Strategi yang tepat adalah sa-lah satu kunci dalam pencapaian tu-juan tersebut.
Libur kuliah bukanlah waktu yang panjang untuk kita menghabis-kan waktu di rumah. Terutama bagi mahasiswa yang melanjutkan studi nya di luar daerah. Tetapi, cukuplah untuk kembali menyusun waktu dan strategi memasuki dunia kampus semester baru.
Kembali ke kampus mengawali semester genap ini tentunya menun-tut kita untuk memiliki strategi dan tujuan masing-masing yang ingin kita capai. Seperti perolehan nilai yang lebih baik dari
semester lalu, mem-
pertahankan nilai ter-
tinggi, atau kembali
Mengikuti aktivitas kampus.
Dalam perkuliahan, banyak hal yang dapat kita lakukan. Dimana ilmu pengetahuan tidak hanya didapat dari lingkungan dalam kampus, tetapi ju-ga bisa kita peroleh dari lingkungan luar kampus. Beragam aktivitas dapat kita geluti untuk menjadi mahasiswa yang kreatif, salah satunya adalah dengan berkarya.
So, mengawali semester baru kali ini, mari kita susun strategi, man-tapkan diri menjadi mahasiswa yang berpribadi, berkualitas dan mandiri.
*Penulis adalah mahasiswa jurusan Ilmu komunikasi UNRI. Pekanbaru

Saatnya Berfikir Untuk Nagari Yang Harmonis





Beberapa saat lagi kita akan melalui sebuah proses demokrasi yang sudah la-ma dinantikan dan menjadi momen pen-ting untuk menilai penerapan demokrasi di Indonesia. Sama halnya dengan Nagari Muaro Paiti, pada saat itu kita juga akan merasakan dampak langsung dari pesta demokrasi tersebut.
Kita tinjau lagi mengenai demokrasi, Demos dan cratein merupakan adopsi dari bahasa latin yang maknanya adalah rak-yat dan kekuasaan. Sehingga Demokrasi dimaksudkan adalah system pemerinta-han yang kekuasaan terbesar terletak di-tangan rakyat. Demokrasi dalam pelaksa-naannya dibedakan menjadi dua bagian; pertama adalah demokrasi langsung, di-mana seluruh rakyat (invividu-individu) da-pat memberikan keputusan politik secara langsung. Demokrasi langsung pernah di-anut oleh kerajaan Yunani pada masa lalu, dan untuk saat sekarang tidak memung-kinkan dilaksanakan karena keanekaraga-man penduduk dan jumlah penduduk, se-hingga menimbulkan Demokrasi tidak langsung (Demokrasi perwakilan/repre-sentative) seperti yang dianut oleh Indone-sia sekarang ini.
Dengan prinsip keterwakilan tersebut maka masyarakat Indonesia memilih wakil yang dianggap mewakili mereka yang akan duduk di Dewan Perwakilan Rakyat sebagai representasi seluruh rakyat Indo-nesia. Maka wakil inilah yang akan me-miliki suara politik yang bisa memberikan ke-putusan tentang kebijakan politik dalam suatu Negara.
Secara politis semua penduduk memiliki hak yang sama untuk menentukan siapa wa-kilnya di DPR/DPRD I/ DPRD II, tanpa mem-bedakan status, jenis kelamin, pendidikan, ekonomi, pekerjaan dan lainsebagainya. Ma-ka muncullah tokoh masyarakat yang menca-lonkan diri untuk anggota legislatif yang bia-sa disebut Caleg (Calon Legislatif) dengan kendraan partai masing-masing.
Tentunya berbagai kepentingan akan sa-ling beradu (bertentangan), berselisih, dan ada yang saling mendukung. Dari proses ini akan menimbulkan dampak positif dan nega-tif. Dampak positif yaitu kita akan mendapat-kan sosok wakil yang kita hendaki yang akan mewakili kepentingan kita kususnya suluruh masyarakat Nagari Muaro Paiti. Hal yang harus kita perhatikan adalah dampak negatif yang sangat besar jika kita tidak dewasa dan berjiwa besar menyikapi persoalan. Kawan bisa jadi lawan, “badunsanak indak bakala-ma’an”, manusuak dari balakang, banyak ca-ra yang akan ditempuh untuk sebuah “KAM-PANYE”.
Masyarakat Muaro Paiti harus sadar akan hal diatas karena secara tidak langsung akan berpotensi menghancurkan nagari, adat, pa-sukuan, dan semua keharmonisan yang ter-cipta selama ini akan lenyap. Kita tentunya tidak ingin hal itu terjadi, sehingga diantara kita haruslah ada yang mengalah untuk naga-ri Muaro paiti. Mengalah bukan berarti kalah, bukan berarti terlecehkan, mengalah adalah sikap seorang pahlawan, berjiwa besar dan adalah suatu kehormatan. Alangkah indah-nya ketika seluruh masyarakat SEPAKAT bu-latkan suara untuk mendukung nagari yang besar. Mari kita tinggalkan ego ikatan emo-sional, komunalisme (sikap ke-Kauman) dan berubahlah untuk sikap lebih objektif dan ra-sional (berdasarkan akal fikiran). Sehingga kita akan mendapatkan sosok yang bisa di-harapkan membangun nagari dengan maksi-mal dan tujuan utama kita menentukan wakil kita tercapai dengan indah, penuh harapan dan berlapang dada untuk keharmonisan hubungan di nagari Muaro Paiti. (SJ )
*Penulis sekarang sedang menyelesaikan S2 di Pasca Sarjana Unand Padang

Narsis




Sehari-hari kita sering dengar, te-rutama remaja yang bilang "Narsis ba-nget seh loe.." atau "iihhkk... narsis ba-nget tau!!",dan sebagainya. Mungkin sebagian dari kita tidak tahu apa itu narsis,bahkan lucunya dia yang bilang sendiri ada juga yang tidak tahu apa itu artinya narsis. Itu namanya "narsis urang, narsis lo awak",he.he.he
Sebenarnya kata narsis berasal dari kata narsisme yang artinya se-buah tindakan seseorang dimana ia sangat mencintai dirinya sendiri.Berarti kalau kita di bilang narsis,itu arti-nya kita dianggap suka memuji diri sendiri.
Nah,sekarang ini lagi musim narsis- narsis an,musim senyum-senyum an. Liat saja sepanjang jalan (apalagi di kota) banyak orang yang tidak malu memampangkan foto-foto narsis nya. Tidak hanya yang muda, tapi malahan bapak-bapak yang kebanyakan.
Yah, memang sekarang lagi musim caleg, kalo nggak narsis nggak akan di kenal,kalo nggak di kenal? Ya nggak akan dipilih dong. Makanya para Caleg harus rela merogoh kocek yang luma-yan besar untuk modal foto senarsis-narsisnya dan sebesar-besarnya. Lalu foto-foto narsis ini dipasang disetiap sudut. Kalau perlu di setiap jalan, ge-dung, pohon, tiang listrik, mobil, motor bahkan dipunggung orang juga bisa.
Permasalahannya sekarang, apa-kah masyarakat ingat dengan caleg yang sudah susah payah narsis terse-but sedangkan pada surat suara nanti tidak di sertakan foto para caleg, me-lainkan cuma ada nama partai, nomor urut dan nama caleg saja. Entahlah... *Penulis sekarang bekerja di koran Harian Umum Singgalang