MASIH TERKENDALA DANA
Sebulan pasca pembagian SK (Surat Kerja) kepada masing-masing Wali Jorong, Wali Nagari juga telah membebani beberapa tugas pada Wali Jorong, antaranya memungut PBB (Pajak Bumi dan Bangunan), mempersiapkan jorong masing-masing untuk mengikuti lomba K3 dan PKK, mendata rumah warga yang tidak layak huni dan pembuatan kantor Wali Jorong.
Namun dalam hal ini ada per-masalahan klasik, yaitu dana. Wali Jorong mengeluhkan tidak adanya dana untuk menjalankan agenda dan pembuatan kantor tersebut.
“Kami berharap ada bantuan dana dari Wali Nagari untuk menja-lankan agenda dan juga dalam pembuatan kantor Wali Jorong, ka-lau seperti sekarang ini sulit untuk bergerak menjalankan agenda”,ujar Icap, Wali Jorong SPI (Sungai Pan-jang Indah).
Selain dana, keputusan pihak pemerintah nagari menyuruh Wali Jorong memanfaatkan gedung/aset nagari masih perlu di tinjau ulang. Bagi yang ada gedung/aset nagari di Jorong mereka tidak ada masa-lah, seperti untuk Jorong Koto Ting-gi memakai gedung Mts, permasa-lahannya jorong yang tidak ada ge-dung/aset nagari bagaimana?. Seperti yang di ungkapkan bebera-pa Wali Jorong yang terpaksa me-makai rumah pribadinya untuk kan-tor Wali Jorong. Itu artinya setiap urusan Jorong,terpaksa memakai rumah pribadi Wali Jorong, seperti pengurusan KTP dan sebagainya.
Lain pula yang dikeluhkan Yus-war,Wali Jorong Kampung baru.
“Yang saya ragukan sekarang justru batas Jorong dengan Pulau Sialang, saya tidak tahu mana batasnya”, ujar Yuswar pada Buletin ini.
Emon, Wali Jorong Talawi saat di hubungi Buletin Himapemupa ti-dak banyak memberikan komentar, dia hanya berharap warga jorong Talawi bisa menerima, mendukung dan membantu dia dalam menjalan-kan tugasnya sebagai Wali Jorong Talawi.
Sedangkan Arizas, wali jorong Widuri saat di tanya mengenai agen-danya buat Jorong Talawi ke depan, mengaku belum bisa membuat ran-cangan, karena belum tahu apakah dengan pemberian SK tersebut dia telah dilantik secara resmi atau be-lum.
Lain hal yang dikatakan Dedi ”Padengka”, ”Sampai saat ini tidak ada masalah dalam menjalankan tugas, bahkan dia mengaku warganya telah berha-sil membuat lapangan bola voli di Jorong Kampung Dalam.
Sedangkan Yuzen, Wali Jo-rong Koto Tinggi yang di hubungi ditempat terpisah mengeluhkan tidak adanya dana bantuan Wali Nagari untuk pembuatan kantor Wali Jorong.
Untuk menindaklanjuti hal ini, buletin Himapemupa mencoba menghubungi Wali Nagari via telpon genggamnya, beliau me-ngatakan, “Memang benar tidak ada dana dari nagari buat ang-garan pembuatan kantor Wali Jorong, karena dana yang turun dari pemerintah hanya buat honor Wali Jorong, itu pun tidak cukup dan terpaksa ditutupi oleh Nagari separohnya lagi”.
Menyinggung masalah batas Nagari Muaro Paiti dengan Pulau Sialang yang sampai sekarang masih simpang siur, Wali Nagari mengatakan kalau masalah ini sejak Camat Ali Firdaus. “Waktu itu dia sudah berjanji menyele-saikan ini, tapi sampai beliau pin-dah hal ini tidak selesai”,kata Wali Nagari. Edarman juga me-ngatakan kalau Nagari tidak akan tinggal diam dengan masa-lah ini dan selalu mencari jalan keluarnya.*
Tampilkan postingan dengan label Buletin Edisi 12. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buletin Edisi 12. Tampilkan semua postingan
Selasa, 23 Juni 2009
Jangan Marah Dikritik
ADA yang menarik dari Buletin edisi XI kemarin, berita “Wali Jorong Menuai Pro dan Kontra” dan “Wali Nagari Boikot Sarjana” banyak mendapat respon dari masyarakat dan beberapa tokoh masyara-kat. Ada yang mengacungi jempol dan ada yang menanggapi sinis. Itu hal yang wajar. Apapun, bagi saya yang kebetulan berkutat di media setiap harinya meng-anggap ini hal yang biasa. Karna media hanya menyampaikan sesuai kenyataan yang ditemui di lapangan dan dilengkapi bukti dan nara sumber.Menyangkut berita tersebut memang saya dengar ada beberapa yang protes karena dikritik, tapi secara resmi tidak ada redaksi buletin menerima protes tersebut, kecuali sebuah surat dari Wali Nagari, itu pun hanya tebusan surat untuk koran Posmetro Padang.
Kembali ke masalah kritik. Memang kritik cenderung membuat kita merasa terluka karena kita belum membiasakan diri menyikapinya secara tepat. Kita be-ranggapan bahwa kita tanpa cacat. Kita selalu ingin agar orang lain menerima kita sebagai teladan yang sempurna. Sementa-ra, orang lain akan menilai kita berdasarkan standar mereka masing-masing.
Tentu saja, mereka akan menemukan kekurangan pada diri kita. Akan tetapi, seba-gian besar dari kita cenderung enggan meli-hat kekurangan yang ada pada diri kita. Jika seseorang secara kebetulan memperlihat-kan kekurangan kita kepada orang lain, kita dengan serta-merta akan mengabaikannya dengan mengatakan: ”Pernyataan tersebut sama sekali tidak beralasan dan hanya ber-dasarkan pada prasangka belaka”.
Jika anda bersedia untuk memperhati-kan pernyataan orang lain tentang diri anda dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyadari kemampuan anda sendiri, maka sangat mungkin anda akan menemu-kan beberapa kelemahan yang ingin anda perbaiki. Bersegeralah memperbaiki kelema-han anda, maka anda akan segera melihat tanggapan positif dari orang lain dan anda akan menerima pujian dari banyak orang.
Makanya, jika anda menerima kritikan, jangan serta-merta terjebak dalam kemara-han. Sebaliknya, pikirkan dengan sungguh-sungguh bahwa anda mampu melakukan sesuatu untuk menghilangkan penyebab munculnya kritik yang mengganggu An-da. Memang, tidaklah mudah memba-ngun sebuah kebiasaan pengendalian diri seperti itu. Akan tetapi, seorang yang layak mendapatkan haknya tidak akan takut untuk berusaha mendapatkan hak tersebut. Walaupun menemui kritikan.
Belum tentu pandangan kritik yang anda terima adalah pandangan yang be-nar. Mungkin saja, hal tersebut hanya sekadar menunjukkan rasa cemburu atas keberhasilan anda. Jika hal ini ter-jadi, langkah terbaik yang harus anda la-kukan adalah memperlihatkan sikap bi-jak anda. Kita sebagai orang yang ber-iman harus menunjukkan sikap baik ke-pada sesama,walaupun orang itu mem-berikan kritikan pedas kepada kita. Na-mun kita tidak langsung marah tapi se-baliknya membuktikan kalau kita itu bisa.
Kritik dapat menghilang sendirinya jika anda menggunakan sebuah pende-katan realiatas terhadap kehidupan. Ingatlah, meskipun pekerjaan atau tinda-kan anda terinspirasi oleh berbagai niat dan tujuan yang baik, tetap saja ada orang yang melempar lumpur ke arah anda. Jadi, anda harus belajar dari se-tiap kritik yang diterima. Sekali lagi, jangan pernah marah di kritik.*
Mardinas Dinilai Melakukan Pembohongan Publik
SOAL PENGANTEN YANG BELUM DAPATKAN NA
Ketua Badan Musyawarah (Bamus) Nagari Muaro Paiti, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota, Rajab Dt Bosa dan Ketua Kerapatan Adat Na-gari (KAN) Hassaruji Dt Bandaro Mela-yangkan surat kepada redaksi POS-METRO dan Buletin Himapemupa, pe-rihal Klarifikasi pemberitaan POSMET-RO edisi Jum'at(5/6).
Surat Bamus Muaro Paiti tertanggal 13 juni 2009 Nomor 05/II/Bamus MP/ VI/2009 itu meminta agar berita POS-METRO dengan judul "Empat Calon Pasangan Penganten Nasibnya Terka-tung-katung" Diklarifikasi agar tidak ber-dampak negatif dalam tatanan kehidu-pan masyarakat setempat.
Saking pedulinya warga Muaro Paiti untuk menjernihkan persoalan tersebut, maka surat yang dikirim Bamus itu dibu-buhi tanda tangan Ompek Suku Nagari Muaro Paiti, KAN yang juga didukung sepe-nuhnya oleh alim ulama, cerdik pandai, pe-merintah nagari, bundo kanduang, LPM. Dalam surat tersebut dikatakan tatanan kehidupan masyarakat Muaro Paiti perlu kami jelaskan, Peraturan Nagari Nomor 6, Tahun 2008 tentang Kebulatan Mufakat Tertinggi
Nagari Muaro Paiti, Sebagai wujud dari nagari adat yang telah dicanangkan oleh bu-pati tanggal 6 maret 2009. Dinyatakan, Bah-wa surat berharga seperti Surat Nikah (NA) dan sebagainya ditandatangani oleh niniak mamak sebelum ditandatangani oleh wali nagari. Dalam hal ini, wali nagari telah me-laksanakan peraturan nagari sesuai dengan peraturan nagari yang telah ditetapkan dan telah disosialisasikan kepada seluruh masya-rakat.
Wali nagari tidak pernah mempersulit pe-ngurusan model NA bagi masyarakat, asalkan masyarakat yang bersangkutan tidak dalam permasalahan dalam nagari.
Madinas Dt Rajo Gindo dan Syahril Dt P Jelo Telah melakukan pembohongan publik karena yang bersangkutan adalah warga masyarakat biasa. Dia bukanlah niniak mamak dan datuak (bergelar datuk) dalam nagari Muaro Paiti. Dia adalah oknum yang telah memboikot pengu-rusan model NA calon penganten.
"Bahwa untuk menanda tangani model NA atas nama Rince dan Roza melalui niniak mamak yang diakui dalam nagari Muaro Paiti. Sementara, Mardinas dan Syahril ingin me-ngambil alih peran niniak mamak Muaro Paiti," tulisnya dalam surat itu.(nur)
*Dikutip Dari Koran Posmetro Edisi Sabtu 20 Juni 2009
Ketua Badan Musyawarah (Bamus) Nagari Muaro Paiti, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota, Rajab Dt Bosa dan Ketua Kerapatan Adat Na-gari (KAN) Hassaruji Dt Bandaro Mela-yangkan surat kepada redaksi POS-METRO dan Buletin Himapemupa, pe-rihal Klarifikasi pemberitaan POSMET-RO edisi Jum'at(5/6).
Surat Bamus Muaro Paiti tertanggal 13 juni 2009 Nomor 05/II/Bamus MP/ VI/2009 itu meminta agar berita POS-METRO dengan judul "Empat Calon Pasangan Penganten Nasibnya Terka-tung-katung" Diklarifikasi agar tidak ber-dampak negatif dalam tatanan kehidu-pan masyarakat setempat.
Saking pedulinya warga Muaro Paiti untuk menjernihkan persoalan tersebut, maka surat yang dikirim Bamus itu dibu-buhi tanda tangan Ompek Suku Nagari Muaro Paiti, KAN yang juga didukung sepe-nuhnya oleh alim ulama, cerdik pandai, pe-merintah nagari, bundo kanduang, LPM. Dalam surat tersebut dikatakan tatanan kehidupan masyarakat Muaro Paiti perlu kami jelaskan, Peraturan Nagari Nomor 6, Tahun 2008 tentang Kebulatan Mufakat Tertinggi
Nagari Muaro Paiti, Sebagai wujud dari nagari adat yang telah dicanangkan oleh bu-pati tanggal 6 maret 2009. Dinyatakan, Bah-wa surat berharga seperti Surat Nikah (NA) dan sebagainya ditandatangani oleh niniak mamak sebelum ditandatangani oleh wali nagari. Dalam hal ini, wali nagari telah me-laksanakan peraturan nagari sesuai dengan peraturan nagari yang telah ditetapkan dan telah disosialisasikan kepada seluruh masya-rakat.
Wali nagari tidak pernah mempersulit pe-ngurusan model NA bagi masyarakat, asalkan masyarakat yang bersangkutan tidak dalam permasalahan dalam nagari.
Madinas Dt Rajo Gindo dan Syahril Dt P Jelo Telah melakukan pembohongan publik karena yang bersangkutan adalah warga masyarakat biasa. Dia bukanlah niniak mamak dan datuak (bergelar datuk) dalam nagari Muaro Paiti. Dia adalah oknum yang telah memboikot pengu-rusan model NA calon penganten.
"Bahwa untuk menanda tangani model NA atas nama Rince dan Roza melalui niniak mamak yang diakui dalam nagari Muaro Paiti. Sementara, Mardinas dan Syahril ingin me-ngambil alih peran niniak mamak Muaro Paiti," tulisnya dalam surat itu.(nur)
*Dikutip Dari Koran Posmetro Edisi Sabtu 20 Juni 2009
Tangai Punya Jembatan Gantung
Masyarakat Muaro Paiti akan memiliki sebuah Jembatan Gantung lagi untuk mempermudah akses ke daerah Tangai. Proyek PNPM Mandiri ini dilaksanakan mulai awal Juli nanti. Untuk proyek ini telah dimulai dengan pembersihan akses jalan menuju tepian air Batang Tangai oleh ma-syarakat Muaro Paiti secara bersama- sama pada Jumat (29/5) lalu sejauh 4900 meter.Masyarakat sangat antusias menyam-but dibangunnya jembatan ini, terlihat pada saat gotong royong tersebut ramai sekali dihadiri oleh masyarakat.
"Proyek ini rencananya akan dilaksanakan lebih kurang 3 bulan, dan akan menghabiskan dana lebih kurang sebesar Rp.319 juta",sebut Rajab Dt Bosa. Dika
Aziz Haily jadi Guru Besar
Lebih 50 %Pemekaran Daerah Alami Kegagalan
Jakarta. Setelah beberapa tahun berlalu, ternyata lebih dari 50 persen pemekaran wilayah di indonesia mengalami kegaga-lan, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan. Salah satu penyebab kegagalan itu lebih disebabkan oleh motif politik daerah yang ingin berkuasa. Demikian disampaikan Prof.Dr.H. Azis Haily,MA, dalam pidato pengukuhannya sebagai guru besar Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN), di kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Cilandak, Jakarta, Selasa (16/6).
Aziz Haily,putra asli Kapur IX ini melihat faktor pemerintah pusat juga merupakan variabel yang terukur dalam proses penyelenggaraan desentralisasi dan otonomi daerah dari waktu ke waktu. Ada kebijakan yang bolak balik. Waktu presiden Habibie, kebijakan berpihak untuk otonomi. Tapi, sekarang, balik lagi ke arah sentralisasi.karena itu,Mantan Bupati Limapuluh Kota ini merasa tidak realistis mengharapkan perubahan berlangsung efektif dalam waktu singkat dan terwujudnya otonomi daerah yang ideal.*
Jakarta. Setelah beberapa tahun berlalu, ternyata lebih dari 50 persen pemekaran wilayah di indonesia mengalami kegaga-lan, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan. Salah satu penyebab kegagalan itu lebih disebabkan oleh motif politik daerah yang ingin berkuasa. Demikian disampaikan Prof.Dr.H. Azis Haily,MA, dalam pidato pengukuhannya sebagai guru besar Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN), di kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Cilandak, Jakarta, Selasa (16/6).
Aziz Haily,putra asli Kapur IX ini melihat faktor pemerintah pusat juga merupakan variabel yang terukur dalam proses penyelenggaraan desentralisasi dan otonomi daerah dari waktu ke waktu. Ada kebijakan yang bolak balik. Waktu presiden Habibie, kebijakan berpihak untuk otonomi. Tapi, sekarang, balik lagi ke arah sentralisasi.karena itu,Mantan Bupati Limapuluh Kota ini merasa tidak realistis mengharapkan perubahan berlangsung efektif dalam waktu singkat dan terwujudnya otonomi daerah yang ideal.*
Tingkat Kelulusan UN di Muaro Paiti SMA Negeri 1 Meningkat dan SMP Negeri 1 Menurun
Tingkat kelulusan Siswa SMA N 1 Kapur IX beberapa tah-un belakangan selalu mengalami peningkatan, seperti pada tahun 2008 kelulusan 83 persen dan pada tahun ini tingkat kelulusan siswa SMAN 1 Kapur IX meningkat kuat menjadi 98 persen. Peserta UN SMA N 1 Kapur IX tahun ini, hanya dua orang saja yang tidak lulus yaitu dari kelas Ilmu Sosial (IS). Sedangkan untuk jurusan Ilmu Alam lulus 100 persen.
"Ini semua adalah berkat kerjasama semua pihak yang di SMAN 1 Kapur IX untuk membantu persiapan UN tahun ini, dan juga harapan kami hal ini harus selalu di tingkatkan, karena masih banyak lagi target yang harus kita capai untuk ke depannya",ujar Drs.Nasril, Kepala SMAN 1 Kapur IX.
Hal terbalik terjadi di SMPN 1 Kapur IX, tahun lalu berhasil lulus 100 persen,sedangkan tahun ini turun menjadi 95 persen. Yang mana pada tahun ini ada enam siswa yang tidak lulus. Tapi walaupun demikian SMPN 1 Kapur IX berhasil menduduki peringkat ke 8 dari 38 SMP di Kabupaten Limapuluh Kota .Dik
"Ini semua adalah berkat kerjasama semua pihak yang di SMAN 1 Kapur IX untuk membantu persiapan UN tahun ini, dan juga harapan kami hal ini harus selalu di tingkatkan, karena masih banyak lagi target yang harus kita capai untuk ke depannya",ujar Drs.Nasril, Kepala SMAN 1 Kapur IX.
Hal terbalik terjadi di SMPN 1 Kapur IX, tahun lalu berhasil lulus 100 persen,sedangkan tahun ini turun menjadi 95 persen. Yang mana pada tahun ini ada enam siswa yang tidak lulus. Tapi walaupun demikian SMPN 1 Kapur IX berhasil menduduki peringkat ke 8 dari 38 SMP di Kabupaten Limapuluh Kota .Dik
Dunia Baru bagi Pelajar Lama
Pendidikan yang lebih tinggi merupakan im-pian dari semua pelajar untuk meraih cita - citanya, karena dengan memiliki pendidikan yang berkua-litas akan lebih mudah untuk mewujudkan impiannya. Seperti saat ini, semua pelajar yang baru menamatkan pendidikan SMP dan SMA sibuk dengan mencari tempat pendidi-kan lebih tinggi yang berkualitas. Sibuk mencari SMA lanjutan bagi siswa yang baru tamat SMP, dan mencari Pergu-ruan Tinggi pilihan bagi siswa yang baru lulus SMA. Seperti terlihat mulai dari pertengahan bulan Juni kemaren, sekretariat Himapemupa ramai dikunjungi oleh siswa SMA yang ingin mendaftar ke Perguruan Tinggi, mulai dari awal datang di kota Padang di saat pembe-lian Formulir, mengisi formulir juga di pandu oleh senior - senior di sekretariat.
Sekretariat Himapemupa menjadi tempat pertama yang dituju oleh pelajar yang berasal dari Muaro Paiti khususnya dan Kapur IX pada umumnya untuk mencari informasi per-kuliahan, dan juga terlihat respon yang positif dari anggota Himapemupa yang di sektariat untuk membantu adik-adik yang baru.
Dan harapan kami, untuk ujian SNMPTN tanggal 1 dan 2 Juli nantinya para calon ma-hasiswa baru juga akan mengunjungi sekre-tariat Himapemupa di padang. Karena kami tidak ingin lagi mendengar jika masih ada diantara pelajar Muaro Paiti yang tidak tahu dengan keberadaan sekretariat Himapemupa.
Setiap hari sebelum penembalian for-mulir SNMPTN sekretariat selalu ramai dikun-jungi oleh calon mahasiswa baru. Disamping suasana yang tenang di sekretariat, para ca-lon mahasiswa juga mendapat arahan dan bimbingan dari kakak - kakak yang telah lebih dulu di padang.
* Penulis adalah ketua Himapemupa
Sekretariat Himapemupa menjadi tempat pertama yang dituju oleh pelajar yang berasal dari Muaro Paiti khususnya dan Kapur IX pada umumnya untuk mencari informasi per-kuliahan, dan juga terlihat respon yang positif dari anggota Himapemupa yang di sektariat untuk membantu adik-adik yang baru.
Dan harapan kami, untuk ujian SNMPTN tanggal 1 dan 2 Juli nantinya para calon ma-hasiswa baru juga akan mengunjungi sekre-tariat Himapemupa di padang. Karena kami tidak ingin lagi mendengar jika masih ada diantara pelajar Muaro Paiti yang tidak tahu dengan keberadaan sekretariat Himapemupa.
Setiap hari sebelum penembalian for-mulir SNMPTN sekretariat selalu ramai dikun-jungi oleh calon mahasiswa baru. Disamping suasana yang tenang di sekretariat, para ca-lon mahasiswa juga mendapat arahan dan bimbingan dari kakak - kakak yang telah lebih dulu di padang.
* Penulis adalah ketua Himapemupa
Sekre Himapemupa Ramai

Sebentar lagi akan di gelar SNMPTN (Seleksi Na-sional Masuk Perguruan Tinggi negeri) untuk me-nyeleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri. Puluhan ribu calon mahasiswa telah mulai mengambil for-mulir SNMPTN di UNP dan Unand, tak ketinggalan juga anak-anak dari Muaro Paiti.
Tidak kurang dari 20 orang yang telah mengam-bil formulir, sebut saja Dede,Yayan” Ombo”,Olen, Yuka,Wiyan, Piko,Fauzi,Teguh,Welki”Cuek”,Ribel, Yosi,Wila,Tiara,Finda,Pipim,Esa,Yohana,Piki,Tari, Yoga,dan lainnya.
Khusus bagi yang laki-laki pada umumnya me-nginap di sekre Himapemupa, tak heran bebe-rapa hari ini sekre Himapemupa jadi ramai.
Pembaca, kami melihat peran sekre Himapemu-pa sangat membantu bagi calon mahasiswa baru dari Muaro Paiti, di sana mereka bisa menginap dan sekaligus bisa di bimbing oleh senior mereka yang le-bih dulu telah melalui proses ini, baik itu dalam mengisi ABO pendaftaran maupun dalam memilih jurusan.*
Tidak kurang dari 20 orang yang telah mengam-bil formulir, sebut saja Dede,Yayan” Ombo”,Olen, Yuka,Wiyan, Piko,Fauzi,Teguh,Welki”Cuek”,Ribel, Yosi,Wila,Tiara,Finda,Pipim,Esa,Yohana,Piki,Tari, Yoga,dan lainnya.
Khusus bagi yang laki-laki pada umumnya me-nginap di sekre Himapemupa, tak heran bebe-rapa hari ini sekre Himapemupa jadi ramai.
Pembaca, kami melihat peran sekre Himapemu-pa sangat membantu bagi calon mahasiswa baru dari Muaro Paiti, di sana mereka bisa menginap dan sekaligus bisa di bimbing oleh senior mereka yang le-bih dulu telah melalui proses ini, baik itu dalam mengisi ABO pendaftaran maupun dalam memilih jurusan.*
Kapur IX adakan Lomba Tingkat II
Tahun ini KWARRAN Kapur IX mengadakan LT II (Lomba Tingkat Penggalang II) di Bumi Perkemahan sarasah Nagari Koto Bangun pada tanggal 22 juni hingga 25 Juni 2009. LombaTingkat yang diselenggarakan oleh kwarran ini diketuai oleh Drs.Aprizal diikuti oleh sekitar 70 tenda se Kecamatan Kapur IX. LT yang diikuti oleh anggota Penggalang ini merupakan lanjutan dari kegiatan latihan rutin setiap minggu dari masing masing Gugus Depan (Gudep) di tempat masing masing, "Kwarran hanya membutuhkan 30 orang Dewan Kerja Ranting saja untuk membantu pelaksanaan LT ini, dan anggota DKR yang lain nasibnya tergantung dari permintaan masing masing Gudep ujar Piko ketua DKR Kapur IX.
Dan semoga dengan dilaksanakannya Perkembahan ini, pramuka di Kapur IX tetap jadi yang terbaik, karena tujuan dari Lomba Tingkat ini adlah untuk mencari bibit untuk menghadapi Jambore di tingkat Daerah yang akan datang.dik
Langganan:
Postingan (Atom)