Tampilkan postingan dengan label Buletin Edisi 5. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buletin Edisi 5. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Maret 2009

Jujur modal utama kesuksesan

Sebagai pencerahan jiwa abdurrahman bun auf adalah sahabat utama nabi saw. ia satu diantara sepuluh sahabat nabi yang dijamin masuk sorga. di zamannya, ia dikenal sebagai seorang miliarder yang memiliki kekayaan melimpah ruah. suatu waktu, abdurrahman bin auf ditanya oleh sahabat nabi lainnya tentang kiat sukses mengelola bisnis. ia menjawab, karena mengejawantahkan kejujuran yang diajarkan rasulullah Muhammad saw.
luar biasa.jujur. ya, kejujuran inilah yang menjadi modal dasar abdurrahman bin auf merengguh kesuksesan, terutama di dunia bisnis. baginya jujur adalah segalanya. jujur yang nomor satu, yang lainnya nomor berikut. karena itu segala aktivitas, termasuk berdagang tidaklah bernilai apa- apa, tanpa dilandasi atas kejujuran. seseorang yang menjalankan usaha dilandasi atas kejujuran tidak akan pernah merasa rugi. ini dikarenakan segala keberhasilan disikapinya dengan penuh syukur. sedangkan diterimanya dengan lapang dada.
sementara itu, aktivitas yang dilandasi atas ketidakjujuran tidak akan pernah mendatangkan keberkatan. karena kekayaan, kejayaan dan kesuksesan yang didapat dari jalan 'bengkok' itu, cepat atau lambat akan musnah. karena itu, ketenangan hidup tidak akan ia raih. hidupnya selalu dibayang- bayangi rasa ketakutan. lantas, apa artinya kekayaan yang melimpah, pangkat tinggi dan kedudukan terhormat jika jika hidup kita tidak tenang?
banyak orang mengeluh modal modal (uang) saat memulai usaha. ini lantaran menjadikan uang sebagai faktor utama menjalankan bisnis. bagi banyak orang uang adalah nomor satu. tanpa uang, bisnis tidak akan pernah berjalan. tapi, banyak orang tidak tahu bahwa uang bukanlah segala- galanya. modal utama usaha tidaklah semata- mata uang. apa jadinya bisnis dengan perputaran uang jutaan rupiah, tapi tidak dikelola oleh orang- orang tidak jujur. sudah bisa di tebak, cepat atau lambat suatu usaha itu akan akan bangkrut. jadi, jika kejujuran itu di pandang sebelah mata, mata tunggulah kehancuran.

DEMOKRASI VS ANARKISME

OPINI

Peristiwa meninggalnya ketua DPRD sumatra utara pada Demonstrasi pemekaran wilayah tapanuli awal bulan februari 2009 membuat streotep anarkisme melekat pada demokrasi di Indonesia. Banyak peristiwa yang serupa telah terjadi sebelumnya seperti yang terjadi di Propinsi Papua, dan peristiwa demonstrasi yang berahir anarkis yang sudah biasa di telinga masyarakat Indonesia. Bahkan aksi damai yang di laksanakan oleh fronkebebasan beragama pun berahir dengan anarkisme antara FKB dengan FPI.
Demokrasi dan anarkisme pada dasarnya dan idealnya suatu hal yang sangat bertentangan, karena demokrasi pada prinsipnya mengiginkan keharmonisan dan mengutamakan kepentingan rakyat. Ketika terjadi kekerasan dan anarkisme maka sasaran kerugian terbesar adalah masyarakat itu sendiri. Kita lihat berbagai kerusakan aset rakyat, fasilitas umum yang dihancurkan dalam aksi anarkisme (kekerasan) berkelompok tersebut.
Pada sistim Demokrasi, demo massa yang dilakukan untuk menyampaikan aspirasi merupakan jalan terahir yang ditempuh setelah sebelumnya dilakukan diplomasi, melayangkan surat, atau menulis di media massa, atau juga mengirimkan delegasi untuk menyampaikan aspirasi tersebut. Jika itu semua tidak berhasil maka demi membela kepentinga rakyat banyak maka boleh dilakukan demonstrasi setelah mengkorfimasi pada pihak keamanan. Tetapi persoalannya sekarang adalah demonstrasi dinilai sebagai cara yang sangat ampuh untuk menyampaikan aspirasi supaya ditanggapi pemerintah. Orang bisa saja di bayar untuk melakukan demonstrasi dan di disaen(konstruksi/direncanakan) oleh elit-elit yang berkepentingan didalamnya, apakah ini juga bisa dikatakan demokrasi.
Maka kenyataan inilah yang menyababkan penodaan terhadap Demokrasi. Sekarang ini demokrasi sudah mendekati anarkisme dengan bukti-bukti sejarah yang ada semenjak sistem demokrasi dilaksanakan di Indonesia. Korban sudah berjatuhan dan apakah kita masih menutup mata , telinga, dan membisu? Jangan biarkan Demokrasi yang Ideal (sebenarnya) di identikkan dengan Demo, kekerasan( Anarkis). Lagi-lagi hal yang harus sama diperhatikan pada pesta demokrasi april mendatang. Segala kemungkinan bisa terjadi baik disengaja ataupun tak disengaja ketika pemilihan umum terlaksana. Dan sama-sama kita catat ketika terjadi perselisihan kepentingan maka sikapi dengan bijaksana.
18 februari 2009.
Ikhsan MP S.Sos

TANGGUNG JAWAB BESAR NAGARI ADAT

HEADLINE

Tepat tanggal 6 maret 2009 minggu lalu Nagari Muaro Paiti resmi sebagai pelaksana program nagari adat. Bukanlah Hal yang mudah bagi Nagari Muaro Paiti Untuk dapat mendapatkan prestasi di lingkungan kabupaten limapuluh kota. Nagari Adat di canangkan dengan tujuan dan tekat untuk mencapai masyarakat madani. harapan ini tentunya sesuai dengan harapan serluruh anak nagari di muaro paiti. pasca penerapan UU no 5 Tahun 1979 tentang sistim pemerintahan desa membuat Nilai Nilai dasar Adat minangkabau menjadi melemah. hal ini sangat membahayakan bagi kelestarian adat minangkabau yang terbukti telah membesarkan tokoh tokoh masyarakat yang intelektual dan di identikkan sebagai masyarakat perantau. kekentalan adat minang membuat dan membentuk nilai budaya yang kuat dan cerdas di kalangan orang minang, terutama pada saat kejayaan surau di nagari. pada saat itu cendikia yang cerdas merupakan hasil didikan surau sumatera barat.

Perubahan sosial pemerintahan di nagari - Nagari pasca penerapan UU No 5 tahun 1979 tentang sistimpemerintahan desa membawa masyarakat minang menjauh dari esensi (keutamaan) adat minangkabau. jika kita analisa dari penerapan undang undang ini merupakan kesalahan yang sangat besar pada pemerintahan orde baru yang mesti di bayar dengan mahal oleh masyarakat minang termasuk Nagari Muaro Paiti. kerugian terbesar adalah pada pewarisan adat kepada anak kemanakan di nagari. selama pemerintahan desa masyarakat minang disibukkan dengan berbagai kebijakan pemerintah yang sentralistik tanpa mempertimbangkan keinginan dan kebutukan masyarakat daerah, dan akibatnya efek dari pembangunan tidak tampak di nagari. Dengan trend kebijakan mewajibkan untuk sekolah di intitusi formal seperti dekolah dasar sampai pada perguruan tinggi membulat generasi muda lalai untuk mempelajari adat mereka sendiri.

fenomena yang menyedihkan yang harus diperhatikan oleh kalangan adat, ninik mamak, cadiak pandai, alimulama, dan institusi adalah ketidak tahuan, ketidak pahaman, dan ketidak pedulian anak nagari terhadap adat istiadat minang. boleh kita menanyakan pada anak kita yang kita bangga karena mereka berprestasi di sekolah, apakah anak kita tahu dengan kato nan ampek??? apakah mereka tahu dengan prinsip adat basandi syara`, syara` basandi kitabullah?? dan banyak lagi yang harus kita evaluasi pemahaman anak nagari akan adat mereka. ketika program nagari adat di pikul oleh nagari muaro paiti maka seluruh `generasi tua `(generasi yang pernah mengalami dan melaksanakan pemerintahan nagari sebelum tahun 1979) harus berpartisipasi untuk mengatasi persoalan ini.

semua potensi yang ada di nagari Muaro Paiti saat sekarang ini harus di maksimalkan sebagai solusi mewujudkan nagari adat yang bisa dijadikan contoh penerapan balaik kanagari. contohnya adalah memaksimalkan fungsi KAN, dan lembaga lembaga yang ada di struktur pemerintahan Nagari seperti yang tertera pada peraturan daerah termasuk karang taruna. Untuk permasalahan pendidikan adat mesti digalakkan di sekolah-sekolah, dan perlunya kembali mengaktifkan surau (yang dulunyo tampek baraja, diskusi, jo tampek lalok anak bujang). Potensi yang besar juga terletak pada `organisai mahasiswa dan pelajar anak nagari`, yang mana mahasiswa dan pelajar yang kreatif dan inovatif sebagai tonggak yang akan memegang tampuk pemerintahan kelak. jika kita analisa urgenitas (pentingnya) organisasi ini adalah sebagai lembaga kontrol, media pendidikan, media aplikasi ilmu, memupuk primordialisme dan yang terpenting adalah memupuk, membangun `soft skill` seperti membangun mental yang kuat bagi anak nagari. tak terkecuali pada pendidikan adat; contoh nyata ketika di parantauan anak nagari terpisah dari lingkungan adat, sehingga akan menimbulkan pertanyaan dari mana mereka mengetahui dan memahami adat mereka? jawabanya ada pada HIMAPEMUPA yang bisa di jadikan sebagai media untuk membimbing dan menginternalisasikan adat walaupun mereka di parantauan. dan selayaknya pulalah semua elemen mesyarakat adat menfasilitasi dan mendukung organisasi ini dengan optimal. (S-J)